Tampilkan postingan dengan label Perkembangan Bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perkembangan Bayi. Tampilkan semua postingan

Penyebab Anak Susah Makan

Ada banyak alasan yang menyebabkan anak kita tidak mau makan secara teratur. Untuk itulah diperlukan cara yang bijak dan baik untuk membuat anak mau makan. Menggunakan cara kekerasan pada anak tidak akan menyelesaikan masalah dan dapat memperparah keadaan.

Beberapa alasan anak tidak mau makan :

  1. Anak Tidak Mau Makan Karena Sedang Sakit Anak yang sedang sakit akan kehilangan selera makan dan cenderung sulit untuk mengungkapkannya pada orang di sekitarnya. Untuk itu kita harus selalu memperhatikan anak kita lebih peka lagi jika anak mulai enggan makan. Bawa ke dokter spesialis anak atau puskesmas jika ada tanda-tanda sakit serta minta petunjuk dokter masalah makan anak kita. Beri semangat dengan cerita positif agar anak kembali semangat makan.
  2. Anak Tidak Mau Makan Karena Sedang Sedih Sebaiknya kita cari tahu sebab musabab apa penyebab anak kita sedih agar hatinya kembali tenang karena akan sulit jika anak dipaksa makan ketika sedang murung atau menangis.
  3. Anak Tidak Mau Makan Karena Bosan Menu Makanannya Pelajari dengan baik makanan dan minuman apa saja yang disukai anak dan yang tidak disukai masing-masing anak kita. Atur jadwal menu sehari-hari jangan sampai anak bosan karena makan yang itu-itu saja. Buatlah cerita-cerita positif mengenai makanan yang tidak disukai untuk memotivasi anak seperti cerita popeye dan bayam. Untuk makanan yang tidak disukai anak, kita akali dengan menghias atau menyamarkan bentuk dan rasa agar anak tidak menyadari kalau makanan yang dia makan adalah makanan yang tidak disukainya.
  4. Anak Tidak Mau Makan Karena Pengaruh Orang Di Sekitarnya Hati-hati memberi contoh kepada anak karena anak bisa meniru kebiasaan buruk yang orang lain baik ayah, ibu, kakak, paman, bibi, adik dan lain sebagainya. Contoh kebiasaan yang mempengaruhi anak yaitu seperti gemar makan junkfood, makan tidak teratur, makan tidak habis / sisa, tidak mau makan jika tidak mau, dan lain-lain.
  5. Anak Tidak Mau Makan Karena Kenyang Hindari makan snack, cemilan, junk food, kue, dan sebagainya mendekati jam makan agar anak tidak kenyang pada saatnya dia harus makan. Terlalu banyak minum susu dan minum air juga bisa menyebabkan kekenyangan pada perut anak. Anak di atas usia 1 tahun bisa mengkonsumsi makanan lain seperti ikan dan sayur-sayuran sebagai pengganti susu.

Membuat anak mau makan bisa menjadi sesuatu yang sulit dilakukan apabila anak susah makan. Untuk itu diperlukan tips atau cara khusus untuk merangsang anak agar timbul selera makan. Dibutuhkan kreatifitas dan pengamatan yang seksama pada anak untuk bisa menemukan metode yang tepat.

Pada intinya yang harus dilakukan adalah bagaimana caranya agar acara makan menjadi menyenangkan dan tidak membosankan dengan ritual yang monoton. Menu makanan yang disuguhkan kepada anak pun harus variatif dan menarik serta hindari makanan yang sangat dibencinya agar selera makannya tidak hilang dalam sekejap.

  1. Menerapkan Reward And PunishmentDari awal kita harus membiasakan membat aturan sederhana yang membatasi segala sesuatu yang menyenangkan bagi anak kita. Contohnya seperti si anak tidak boleh nonton tv, main ke luar rumah, main video game, main sepeda, dsb sebelum makanan dihabiskan. Diperlukan lemar atau ruang khusus untuk meletakkan barang-barang favoritnya. Dengan begitu jika ia ingin nonton film kesayangannya dia akan berupaya menghabiskan makanan yang kita suguhkan kepadanya.
  2. Makan Berkelompok Dengan Anak Sebaya TatanggaKita bisa membuat kelompok makan dengan anak-anak lain dengan tetangga dengan tujuan memberikan sesuatu yang beda daripada makan sendiri di rumah. Kita pun bisa saling bertukar menu makanan sesuai kesepakatan serta membuat acara kompetisi seperti lomba makan cepat, atau lomba lain yang bisa membuat anak senang makan dengan hadiah sederhana tapi menarik. Anak yang sedang asyik bermain dengan teman-temannya pun terkadang menjadi lahap makan.
  3. Memberikan Pemahaman Tentang Pentingnya MakanCoba kita kumpulkan berbagai informasi tetulis dan gambar mengenai pentingnya makan dan minum yang sehat lalu pelajari dan sampaikan kepada anak mengenai pola makan yang sehat. Tunjukkan pula gambar-gambar orang kelaparan / busung lapar serta penyakit lain yang bisa ditimbulkan dari pola makan yang salah. Ajarkan anak juga untuk selalu bersyukur bisa makan dan minum enak dibandingkan kawan-kawannya di belahan dunia lain yang kelaparan.
  4. Melibatkan Tokoh KesukaannyaJika anak suka dengan film kartun tertentu maka kita bisa mencoba menggunakan perangkat makan yang bertemakan film kartun tersebut. Dengan begitu anak akan menjadi semangat untuk makan dan menikmati waktu makan dengan tokoh-tokoh kegemarannya ada di perangkat makan yang digunakannya. Anak akan lebih suka makan sambil main daripada duduk dengan paksaan untuk makan, sehingga alangkah baiknya jika dibuat permainan yang bersifat edukatif.
  5. Biarkan Anak Berekspresi, mungkin dengan membiarkan anak memilih dan menentukan menu makan sendiri sesuai dengan daftar pilihan ibu dapat membuat anak lebih lahap makan karena anak akan makan makanan yang disukainya. Jika bisa libatkan pula anak di dapur untuk belajar membuat makanan sehingga ia akan lebih menghormati makanan. Jangan ragu untuk membiarkan anak makan sendiri tanpa disuapi tetapi harus tetap diawasi agar acara makan tidak jadi acara yang kacau balau.

Anak Sulit Tidur Malam

Kesalahan pola tidur sejak bayi, akan berdampak buruk terhadap perkembangan otak anak. Tipe kepribadian anak berhubungan dengan masalah tidur. Masalah susah tidur, memang lebih sering dikeluhkan oleh orang dewasa.
Gangguan tidur pada orang dewasa, kerap dianggap serius karena dapat mengganggu aktivitas produktifnya. Padahal masalah sulit tidur juga dialami anak-anak, bahkan bayi sekalipun, dan berdampak buruk pada pertumbuhan mereka.
Jika orang dewasa perlu tidur sekitar 6-8 jam per hari, maka pada bayi dibutuhkan 16-20 jam tidur. Sedangkan pada balita diperlukan sekitar 12-13 jam tidur per hari, dan sekitar 10 jam tidur pada anak-anak di atas lima tahun. Bila kurang dari itu, patut diwaspadai bahwa bayi atau anak tersebut mengalami masalah sulit tidur.
Sebuah lembaga penelitian kesehatan di AS melaporkan, sekitar 84 persen anak usia 1- 4 tahun menderita gangguan tidur. Sementara di Indonesia, berdasarkan survei yang digelar tahun 2005, sekitar 51,3 persen dari 80 anak usia balita prasekolah terbukti mengalami gangguan tidur.
Menurut dr Martani Widjajanti SpA dari RSAB Harapan Kita, ada tiga jenis gangguan tidur.
Pertama adalah disomnia
, yakni berhubungan dengan masalah jumlah tidur, saat mulai tidur dan mempertahankan lama tidur.
Kedua parasomnia, yakni terdiri dari sekelompok masalah yang berhubungan dengan keadaan, terjaga sebagian atau transisi tahapan tidur.
Ketiga, adalah gangguan tidur sekunder, yakni berhubungan dengan gangguan psikiatri (kejiwaan), depresi, stress, pasca trauma, abuse, rendah diri, ketakutan (ansietas), gangguan neurologis atau masalah medis lainnya,”.
“Penelitian mengenai Insomnia anak ini belum terlalu banyak dilakukan, namun angka kejadian insomnia pada anak usia sekolah dengan segala permasalahannya agaknya cukup banyak dijumpai,”.
Ada indikasi kuat, bahwa interaksi sosial dan karakteristik temperamen individu anak memegang peranan penting dalam kualitas tidur. “Penelitian menunjukkan bahwa tipe kepribadian yang emosional tampaknya berhubungan dengan masalah tidur,” gejala yang ditunjukkan oleh anak-anak yang mengalami sulit tidur adalah sulit bangun pada pagi hari, sering tidur larut, emosional, impulsif, rewel, dan mudah frustrasi.
“Gejala tersebut biasanya dialami anak dengan ADHD atau gangguan komunikasi dan interaksi, misal autisme,” kebanyakan anak yang menunjukkan gejala tersebut berusia lebih dari 2 tahun, karena pada usia tersebut gejala ADHD sudah lebih tampak. “Sebaiknya bila sudah ada keluhan, segera ke dokter,”.
Mengapa anak perlu cukup tidur?
Bagaimanapun jangan menganggap sepele ketika anak Anda menderita sulit tidur, karena insomnia yang terjadi pada anak akan menyebabkan efek buruk, masalah kurang tidur ada anak dapat menyebabkan penurunan tingkat kecerdasannya, kurang konsentrasi, daya ingat menjadi lemah.
Anak yang kurang tidur juga dapat mengalami gangguan fungsi kognitif, sehingga ia lebih agresif dan hiperaktif, menjadi pembangkang dan tidak kooperatif. “Anak-anak harus cukup tidur karena sebagian besar pertumbuhan otak dan fisik terjadi pada saat tidur,”.
Ketika tidur itulah hormon-hormon pertumbuhan berproduksi dan bekerja. “Pada saat golden period, yakni 1 tahun pertama kelahiran, pertumbuhan otaknya tumbuh hingga 80 persen. Sedangkan saat berumur 4 tahun, pertumbuhan otaknya tumbuh mencapai maksimal,”.
Oleh karena itu, anak-anak yang mengalami gangguan tidur, perkembangan otaknya tidak optimal sehingga intelektualitasnya cenderung rendah. Tidur juga mempunyai andil dalam meningkatkan daya tahan anak terhadap infeksi. Jika tidurnya terganggu, kadar sel darah putih dalam tubuh akan menurun.
Terkait dengan fase pertumbuhan anak, terdapat dua fase tidur.
Pertama, Rapid Eye Movement (REM) atau lebih dikenal dan tidur lelap. Biasanya bayi yang baru lahir mengalami fase ini.
Kedua, adalah Non Rapid Eye Movement (Non REM) atau tidur tenang, fase ini biasanya dialami oleh anak usia balita ke atas.
Pada anak-anak khususnya usia dua bulan hingga 4 tahun, fase REM merupakan fase dimana sel-sel otak tumbuh sangat cepat. “Pada usia ini anak-anak sering mengigau, atau terbangun di tengah malam karena teringat kejadian yang ia alami pada siang hari. Otak anak akan mengalami rangsangan yang diperolehnya dari pengalaman berinteraksi dengan lingkungannya,”.
Sedangkan pada fase Non REM, anak-anak bisa tidur dengan lebih tenang, sementara terjadi perbaikan sel-sel di tubuhnya. Karena kedua fase ini sangat penting, maka anak-anak harus mengalami kedua fase ini.
Penyebab anak sulit tidur Anda patut mewaspadai anak Anda jika ia sudah menunjukkan gejala-gejala ia sulit tidur. Penyebab dan pemicu anak menjadi sulit tidur sangat beragam. Salah satu penyebabnya adalah faktor lingkungan, suasana rumah bisa membuat anak sulit untuk tidur. “Kondisi yang bising di sekitar rumah, serta gangguan penyakit seperti asma, alergi, dan dermatikatopi bisa menyebabkan ia sulit untuk tidur. Selain itu kebiasaan menonton televisi menjelang tidur malam hari, dan ketakutan juga bisa memicu anak sulit tidur,”.
Orangtua juga perlu memperhatikan pola tidur anak, agar tidak terjadi kesalahan pola tidur sejak bayi. Insomnia pada anak bisa disebabkan oleh penerapan pola tidur yang salah sejak bayi. Oleh sebab itu orang tua harus memperhatikan pola tidur anak sejak bayi, agar sejak dini permasalahan sulit tidur ini dapat segera diatasi dan dikenali.
“Dari awal harus sudah ditentukan jam berapa ia harus tidur. Jangan membiasakan menidurkan bayi di gendongan atau ayunan, karena akan menyebabkan terjadinya pola tidur yang salah. Kalau mau tidur ya harus di tempat tidur,”.
Jika bayi bangun di tengah malam, sebaiknya jangan diajak berbicara, cukup ditenangkan dan dibujuk kembali agar tidur kembali. Orangtua perlu memperhatikan lebih serius anak yang sulit tidur, mulai dari faktor psikis, fisik, dan lingkungan. “Selain memperhatikan faktor psikis, orangtua juga harus mulai membuat jadwal tidur yang baru baginya.
Asupan makanan juga perlu diperhatikan. Penting diupayakan untuk menciptakan suasana yang nyaman dan enak di kamar tidur anak. Lingkungan yang tidak nyaman, misalnya panas atau bising, akan menyebabkan anak menjadi sulit tidur, bahkan enggan untuk tidur.
Tips pola tidur anak yang baik:
  1. Biasakan pola tidur yang benar sejak bayi. Jangan biasakan menidurkan bayi didalam gendongan atau ayunan.
  2. Lakukan interaksi yang hangat dengan anak sambil melakukan kegiatan tertentu menjelang tidur, misalnya membaca buku cerita, berbincang-bincang sejenak dengan anak, memeluk anak, menyanyikan lagu sebelum tidur, dan lain-lain.
  3. Biasakan anak tidur dengan lampu dimatikan atau ada sedikit sinar dari ruang lain, atau dari luar rumah. Di pagi hari biasakan anak berada di ruang yang terang atau berada di luar rumah. Sinar membantu memberi sinyal kepada otak mengenai siklus tidur dan bangun.
  4. Jangan melakukan aktivitas yang “berat” sebelum tidur, seperti bermain games, menonton tv, bersenda gurau, dan lain-lain.
  5. Hindari makan makanan yang mengandung kafein beberapa jam sebelum tidur seperti coklat, keju, soft drink, dan sebagainya.
  6. Jangan memenuhi tempat tidur anak dengan banyak mainan karena ini justru merangsang anak untuk bermain di tempat tidur sehingga menjadi sulit tidur.
  7. Ciptakan lingkungan kamar yang nyaman, bersahabat, sejuk dan hening (hindari tv di dalam kamar).
  8. Para ahli menyarankan agar sejak kecil anak sudah terpisah tidurnya dari orang tua. Selain alasan keamanan, semakin lama orangtua tidur bersama anak, akan semakin sulit memisahkannya

Mengajar Anak Membaca

mengajarkan seorang anak membaca haruslah di mulai dari kesadaran dan keinginan anak itu sendiri untuk belajar, yang menjadi masalah tidak semua anak mudah untuk diajak belajar... apalagi harus menghafal.
Cara yang efektif yang mungkin dapat kita lakukan adalah sejak anak usia 2 tahun biasakan setiap kali mau tidur dibacakan cerita dari satu buku. Di belakang buku tersebut ada abjadnya. Setiap selesai baca cerita, lihat ke halaman belakang buku, sambil bernyanyi a b c d e f g dan seterusnya, sambil jarinya menunjuk ke abjadnya.
Kalau untuk membaca, rangkai kata saja: bi-bi ba-ba bo-bo ta-ta, dan seterusnya. Sambil diseling-seling dengan kata-kata utuh seperti ru-mah, ti-dur, ma-kan, a-yah, i-bu. Kata-kata itu ditulis besar-besar. Mengajarnya sambil bermain kalau si anak sedang pegang mobil, dialihkan sebentar ke kertas untuk tulis mo-bil dan di bawahnya digambar mobil, jadi anaknya senang. Setiap anak berbeda karena ketika cara diatas diterapkan anak kedua tidak manjur karena lebih mengenal warna dulu, senang mewarnai dan tahu angka daripada abjad.

Jadi kalau A dibacanya ah...ah...ah. Jadi kalau dinyanyikan kurang lebih begini

ah...ah...ah.. ah for apple
beh....beh....beh....beh for bee
ceh....ceh....ceh....for candy
dan seterusnya.
Atau lewat lagu A, B, C, D, E, F, G (yang dilagukan seperti twinkle-twinkle little star).
Menurut pengalaman dengan belajar lewat pengenalan bunyi akan lebih cepat ditangkap daripada dikenalkan huruf A, B, C. Kemudian dari bukunya Peggy Kaye (Games for Learning) bisa juga diajarkan huruf-huruf lewat permainan. Kalau anak sudah cukup mengenal huruf-huruf, dicoba dengan cara kita tuliskan huruf-huruf tersebut besar-besar di kertas (satu kertas satu huruf) kemudian kita minta anak kita untuk menaruh huruf tersebut di benda yang ada di rumah kita. Kegiatan ini menyenangkan sekali sehingga anak tidak terasa sedang belajar huruf.
Ada satu cara lagi dari buku Montessori mengenai Read and Write:huruf-huruf juga bisa dipelajari dengan cara:
  1. Menggunakan Sand Paper Letter. Kertasnya agak kasar, atau bisa juga digunakan kertas amplas yang agak halus kemudian dibentuk huruf-huruf. Setelah itu anak diminta untuk mengikuti huruf tersebut dengan jarinya.
  2. Setelah beberapa kali, barulah anak diminta menuliskan huruf di kertas yang besar.
  3. Atau dengan Finger Painting menggunakan cat air. Jadi huruf-huruf ditulis menggunakan jari di kertas.Cara ini tidak terbatas untuk mulai huruf vokal atau konsonan terlebih dahulu.

Bila menggunakan metode Kinderland (Inggris), harus hafal Alphabet Terlebih dahulu baru kemudian kata per 3-huruf seperti: bad, cat, dog.Cara membacanya memakai metode phonic. Ini berbeda sekali dengan cara mengeja bahasa Indonesia.

Cara mengeja bahasa Indonesia: be-a=ba, be-u=bu, semua dieja dari depan.

Cara mengeja bahasa Inggris: apple apple, aeh aeh aeh c-a-t dibaca keh-e-the, diejanya dari belakang eh-teh at, lanjutkan dengan keh-at jadi cat.

Dari seminar tentang mengajar balita membaca, kita harus mengajarkan Balita membaca perkata, bukan per huruf atau per ejaan, seperti ba, bi, bu. Contohnya 1 kata dibuat di kertas karton dengan ukuran sedang, lalu kata ditulis cetak huruf kecil warna hitam, dan setiap hari karton itu ditunjukkan ke anak. Setiap satu hari dibacakan sekitar 5 kata minimal 3x sehari, pagi, siang sore.

Cara lain yang dapat kita lakukan dengan menggunakan VCD lagu anak-anak. VCD ini ditonton sambil bernyanyi, a,b,c,d,e sampai z. Huruf-huruf di VCD tersebut ditunjuk. Kemudian setelah beberapa lama, huruf-huruf tersebut ditanyakan pada si anak. Setelah si anak hafal alphabet, baru kemudian diajarkan ba, bi, bu... dll. Setelah bisa ba, bi, bu, dll. kata-kata tadi digabung menjadi kalimat yang mudah misal bobo, baso, bola, mami, mama, dan lain-lain.

Bisa dicoba dengan flash card yang terdapat gambar dibalik kartunya. Dengan menggunakan flash card, diajarkan langsung kata per kata. Bisa juga diteruskan dengan melengkapi kata seperti:GAMBAR MEJA -- ME __, kemudian si anak meneruskan dengan huruf yang hilang. Sebagai tambahan, walaupun menggunakan model kata per kata, huruf ABC. Juga harus diperkenalkan. Pengalaman dari anak pertama saya, huruf ABCD dipasang di dinding. Setiap kali masuk kamar, huruf-huruf tersebut dinyanyikan. Kemudian si anak mencocokkan gambar (misalnya dari kartun Monica) dengan kata-katanya sampai akhirnya bisa membaca.

Mungkin kita tidak sempat membuat ABC dengan media karton... ada cara yang paling efektif yang bisa kita gunakan disela-sela kesibukan orang tua di kantor. Gunakan media komputer untuk memperkenalkan anak dengan Alphabet. Alphabet yang dikenalkan adalah kata-kata yang sering didengar anak seperti Mama, Ayah, Meja, dan sebagainya. Alphabet diperkenalkan melalui bermain.

Bisa juga menggunakan Alphabet bermagnit untuk ditempel di depan kulkas, atau dengan buku bacaan dan koran. Untuk waktunya bisa satu hari 1-2 huruf kemudian diulang kembali. Perkenalan anak dengan Alphabet dimulai sejak usia kurang dari 2 tahun. Pertama dengan memasang huruf-huruf A-Z di dinding sambil diperkenalkan Ke anak. Kemudian di sekolah, anak diajarkan mengeja kata: ba bi bu, dan seterusnya.

Menggunakan Dot Card (kartu Alphabet dengan tampilan depan bergambar, halaman belakang bertuliskan kata dari gambar tersebut. Misal: gambar Buku, tulisan BUKU). Gambar pada kartu tersebut diperlihatkan ke anak sambil diucapkan namanya, kemudian kartunya dibalik untuk diperlihatkan katanya sambil diucapkan kembali nama bendanya. Hari pertama 10 gambar, hari berikutnya 10 gambar yang sama, hari ketiga 10 gambar yang lama ditambah 10 gambar baru, terus sampai 50 kartu itu habis. Dengan cara tersebut, anak saya mulai hafal huruf bahkan untuk kata-kata yang sulit seperti kangguru, serbet, taplak, bingkai, sabtu, tangggal, dan sebagainya.

Kemudian bisa juga dicoba untuk meminta anak membaca tulisan-tulisan besar yang ada di jalan. Kegiatan ini juga menyenangkan untuk anak. Alphabet diperkenalkan sejak anak mulai berdiri (usia kurang dari 1 tahun) dengan cara menempelkan poster huruf di dinding. Pada usia 1 tahun anak mulai diajak bermain 'game' di komputer. Dengan menggunakan power point, dibuatkan flash card. Si anak akan mencocokkan huruf yang ada di layer dengan huruf-huruf di keyboard.

Cara lainnya dengan bermain 'pura-pura'. Misalnya si anak diajak main masak-memasak. Si anak diminta mengambil 'kol' dari huruf K. Untuk membaca diajarkan baca dari vowel (ba, bi, bu) sebelum tidur setelah selesai membacakan cerita, diperlihatkan hasil print out vowel tersebut.

Disamping itu dipasang juga poster vowel tersebut. Untuk memudahkan anak untuk menghapal, membacanya memakai nada lagu 'twinkle-twinkle little star'. Setelah anaknya hafal, dibuatkan permainan seperti kata babi, ditunjuk kata ba dan bi. Alphabet diperkenalkan sejak anak usia kurang lebih 1 tahun dengan cara menempelkan poster alphabet di sekeliling dinding di ruang keluarga. Kemudian huruf-huruf tersebut diulang-ulang setiap kali ada di ruangan itu.

Pada usia 2 tahun anak sudah hafal A-Z dengan cara tersebut. Kunci dari pengenalan alphabet adalah dengan pengulangan dan kebiasaan. Kemudian dibiasakan membaca (setiap ada waktu luang), dan setelah anak sudah bisa membaca sendiri, kita ajak membaca bergantian.

Pengenalan huruf dari VCD Teletubbies. Belajar membaca dengan metode phonic lebih mudah daripada mengeja. Alphabet diperkenalkan sejak usia 2 tahun dengan cara memasang poster alphabet di dinding kamar. Cara menggabungkan huruf menjadi kata dengan mengajak anak bercerita sebelum tidur. Contohnya: bercerita pergi berbelanja membeli s-a=sa, p-u=pu, anak ditanya belanja membeli apa?

Alphabet dan warna diajarkan sejak anak usia kurang dari 2 tahun dengan cara menempel Wall Chart Alphabet di dinding. Setiap kali, huruf-huruf itu dibaca berulang-ulang seperti A-Apple, B-Baju, dan seterusnya. Selain itu, dengan memakai karpet dari karet yang huruf-hurufnya bisa dilepas, anak diajak bermain. Misalnya, "Ini huruf P. Kita carikan rumahnya P" Kemudian si anak akan mulai mencari-cari tempatnya yang sesuai dengan huruf P, dan seterusnya. Atau bisa dengan cara lain seperti "Adik memakai t-o-p-i" Kemudian dia akan jawab `topi'. "Ayah memakai d-a-s-i". Dia jawab dasi, dan seterusnya.

Alphabet juga bisa dikenalkan sejak usia 1.5 tahun. Pertama dengan cara memutar VCD Teletubbies dan Barney tentang pengenalan huruf. Alphabet juga dipasang di dinding rumah. Sambil bermain anak diberi tebakan huruf. Setelah usia 2 tahun, diberikan puzzle untuk huruf dan angka. Caranya sambil bermain jual-jualan dan tebak-tebakan. Contohnya: "ibu mau membeli huruf "P" kemudian si anak memberikan huruf P. Atau, "benda apa yg huruf depannya "A"? Kemudian si anak menjawab `apel'. Kalau jawabannya benar, dia harus mencari huruf tersebut di karpet puzzle. Setelah hafal semua alphabet tanpa keliru pada usia 2 tahun, baru kemudian diajari membaca dengan langsung pengenalan per satu suku kata. Di dinding juga dipasang poster per kata (ba, bi, ku...) yang digunting per kata. Kemudian kata-kata tersebut dibuat main tebak-tebakan kartu. Misalnya susun kata i-bu, maka dia akan mencari huruf I dan kata BU. Setiap mau tidur dibiasakan membacakan buku. Karena sekarang sudah pintar membaca, anak diminta membaca. Atau dibuat main tebak-tebakan mengeja. Contoh: "Kita pergi ke mal, hurufnya apa saja?"

Pengenalan huruf pada anak jangan dipaksa, dibuat senyaman dan semudah mungkin, dan diajarkan sambil bermain supaya anak tidak bosan. Kalau bisa ajarkan pengenalan huruf dulu sampai hafal betul baru per suku kata supaya tidak bingung. Di rumah dipajang poster-poster alphabet. Kemudian saat sedang membaca buku, anak dipangku dan dihadapkan ke buku. Lalu kata-kata dibuku tersebut ditunjuk sambil dibacakan kata-kata. Kalau sudah bosan, anak jangan dipaksa.

Menciptakan Anak Cerdas

Anggapan bahwa kecerdasan anak hanya dapat diturunkan oleh orangtua yang juga cerdas, tampaknya harus diubah.
Dengan gizi dan stimulasi yang tepat Anda pun bisa mencetak anak cerdas dan kreatif.Penelitian menunjukkan bahwa sumbangan faktor genetis terhadap intelegensi seseorang berkisar 40-80 persen.
"Kita tidak bisa mengukur berapa persentasi kecerdasan yang diturunkan. Yang pasti anak yang cerdas pun harus distimulasi kemampuan berpikirnya agar kecerdasannya muncul.
Namun bila Anda merasa kecerdasan Anda tergolong rata-rata, tak perlu khawatir nantinya si kecil otaknya kurang "encer".
Pasalnya ada faktor lain yang tak kalah penting dalam kecerdasan anak, yakni gizi dan pola asuh orangtua (lingkungan).Gizi yang baik ibarat bahan bakar bagi otak.
Perkembangan sirkuit otak sangat bergantung pada kualitas nutrisi dan stimulasi yang diberikan pada balita sejak dalam kandungan sampai usia tiga tahun pertama, atau disebut masa emas pertumbuhan (golden age period).
Cepatnya pertumbuhan sel otak manusia pada usia bayi hingga usia tiga tahun dan mencapai kesempurnaannya di usia lima tahun, membuat faktor pemenuhan gizi sebagai faktor yang vital. "Sampai umur setahun, 60 persen energi makanan bayi digunakan untuk pertumbuhan otak.
Oleh karena itu bayi dan balita membutuhkan banyak protein, karbohidrat, dan lemak. Selain itu bayi dan balita membutuhkan vitamin B1, B6, asam folat, yodium, zat besi, seng, AA, DHA, sphyngomyelin (kompleks lipid kandungan lemak di otak), sialic acid, dan asam-asam amino seperti tyrosine dan tryptophan.
"ASI mengandung semua kebutuhan tersebut, termasuk AA, DHA.
Dengan nutrisi yang seimbang, makin banyak jumlah sel-sel otak bayi. "Makin banyak kualitas percabangan sel-sel otak, makin bagus fungsi sinaps (ujung sel saraf) antara sel-sel otak, makin cerdas seorang anak.
Stimulasi tepatMengingat pentingnya periode emas ini dalam masa perkembangan anak, orangtua dan guru perlu memberikan stimulasi yang cukup bagi anak. Karena hanya dengan stimulasi, perkembangan kognisi, sosial dan emosi anak bisa mencapai tahap yang optimal.Merangsang kecerdasan anak sudah bisa dilakukan sejak dini, bahkan sejak dalam kandungan terus menerus setiap hari dengan stimulasi yang bervariasi dan teratur, dengan merangsang otak kiri dan otak kanan bersama-sama."Stimulasi akan memengaruhi pertumbuhan sinaps yang membutuhkan sialic acid untuk membentuk gangliosida, yang penting untuk kecepatan proses pembelajaran dan memori.
Selain itu, rangsangan yang bervariasi dan dilakukan dengan kasih sayang akan melipatgandakan jumlah hubungan antar sel otak sehingga membentuk sirkuit otak yang lebih kompleks, canggih, dan kuat, sehingga kecerdasan anak semakin tinggi dan bervariasi (multiple inteligence), untuk memberikan stimulasi yang tepat orangtua harus peka terhadap kemampuan anak.
"Ajak anak bermain sesuai dengan minatnya. Ajak pula anak melihat berbagai tempat, jangan hanya ke mal saja," kata psikolog yang akrab di sapa Vera ini.Vera juga menyarankan agar orangtua memberikan tempat tinggal yang kaya fasilitas penunjang kecerdasan, seperti adanya buku- buku, alat musik, juga halaman tempat anak bermain. "Bila tak punya halaman, sesekali ajak anak ke lapangan atau taman publik," cetusnya.Terakhir adalah stimulasi berupa pendidikan dan pelatihan yang memadai. "Selain sekolah, ikutkan anak pada kegiatan eskul. Tapi bukan les matematika, melainkan yang berkaitan dengan minat anak. Bila dua tahun tidak ada perkembangan, stop, ganti dengan eskul lain

Perkembangan Anak Usia 1 - 2 Tahun

Menginjak usia satu tahun, perkembangan seorang anak mulai berkembang dengan pesat.

Si kecil pun sudah mulai lasak meski masih dalam batas-batas kemampuannya.
1. Usia 13-14 Bulan: Kemampuan: - Mampu mengucapkan kata dan bahasa tubuh saat mengutarakan sesuatu. - Meniru apa yang membuatnya tertarik. - Bisa berdiri dan berjalan beberapa langkah tanpa dibantu.

2. Usia 15 Bulan: - Belajar menggunakan sendok. - Senang memainkan makanan dengan jarinya. - Suka corat coret. - Meniru tingkah orang lain. - Mulai senang berkumpul dengan anak-anak sebaya.

Perilaku usia 13-15 bulan: - Berjalan.

- Menggunakan peralatan seperti sikat gigi dan sisir, memegang botol, lebih gampang dipakaikan baju.

- Mengucapkan 4-6 kata yang dapat dimengerti, mengenali nama dan menunjuk ke orang yang ia kenal, tertawa saat melihat gambar lucu.

- Mulai mempelajari cara mencocokkan sesuatu.

- Mendorong dan menarik mainan ketika berjalan, melempar bola, permainan dengan menyentuh, mengosongkan laci dan mengambil isinya, menjelajahi bahu ayah, berbicara pada mainan, meniru suara binatang.

3. Usia 16-18 bulan
Kemampuan: - Mampu merespon perintah. - Belajar menyusun balok-balok. - Belajar membuka bajunya sendiri. - Senang memanjat. - Larinya mulai kencang.
Perilaku:
- Mengerti bahasa sederhana, mengendarai mainan beroda empat, mencoba menendang bola walau sering meleset, membuka laci, menurut ketika dipakaikan baju, mengonsumsi makanan berkuah.
- Mengatakan 10-20 kata yang bisa dimengerti.
- Mengamati bermacam bentuk, mengenali gambar di buku.
- Berlari walau kadang-kadang terjatuh.
- Mendorong kereta mainan, mengetukkan palu karet mainan, melakukan permainan bagian-tubuh "mana hidung", menari seirama dengan musik, memutar dan menekan kenop, bermain cilukba dan berkejaran.
Waspada Apabila: Belum bisa berkata setidaknya 15 kata.
4. 19-20 Bulan:
- Mulai melempar bola meski masih lemah. - Sudah mampu mengetahui arah datangnya suara. 5. 21 Bulan:
- Mengenal kata-kata lebih banyak. - Mulai senang merambati tangga.
6. 22 Bulan:
- Kosa katanya sudah hampir 200 kata. - Waktu tidurnya antara 10-12 jam, termasuk tidur siang.
7. 23 Bulan:
- Mulai mampu menyusun balok lebih banyak. - Belajar mengenakan bajunya sendiri. - Mengenali nama-nama bagian tubuh.
8. 24 Bulan:
- Mampu membuat kalimat pendek. - Mulai bisa diajak toilet training.
Perilaku usia 19-24 bulan:
- Lancar berjalan dan berlari, bisa memanjat keluar dari ranjangnya, membuka pintu, menaiki tangga tanpa bantuan.
- Mengerti bahasa sehari-hari. - Membuka bungkusan, mencuci tangan, duduk di kursi tanpa bantuan. - Mengatakan 20-25 kata yang bisa dimengerti. - Mencari tahu segala sesuatu sebelum melakukannya, menggambar lingkaran, membuat garis, mengerti dua perintah sekaligus. - Menarik kereta mainan, membantu di dalam rumah, berjungkir balik, berdiri di atas pijakan, menggunakan rak, meja, dan kursinya sendiri untuk bermain, "membaca" buku bergambar sambil membalik-balik halaman.
Waspada Apabila:
- Belum bisa berjalan. - Setelah bisa berjalan, berjalannya abnormal. - Belum bisa merangkai kalimat dari dua kata. - Belum tahu fungsi alat-alat yang sering dipakai di rumah seperti telepon, sendok, gelas. - Belum mampu menirukan gerakan tubuh atau kata. - Belum bisa menggerakkan mainan beroda.

Menciptakan Anak Yang Cerdas

Adalah hal yang sangat naif, ketika seorang anak menjadi bodoh, nakal, pemberang, atau bermasalah, lalu orang tua menyalahkan guru, pergaulan di sekolah, dan lingkungan yang tidak beres. Tiga faktor itu hanya berperan dalam proses perkembangan anak, sedangkan bakat anak itu menjadi bodoh, nakal, atau pemberang justru terletak dari bagaimana orang tua memberikan awal kehidupan si anak tersebut. Bukan hal aneh bahwa seorang anak dapat dididik dan dirangsang kecerdasannya sejak masih dalam kandungan. Malah, sejak masih janin, orang tua dapat melihat perkembangan kecerdasan anaknya. Untuk bisa seperti itu, orang tua harus memperhatikan beberapa aspek, antara lain terpenuhinya kebutuhan biomedis, kasih sayang, dan stimulasi. Hal ini diungkap dokter spesialis anak, dr Sudjatmiko, MD SpA. Bicara tentang kecerdasan, tentu saja tidak bisa lepas dari masalah kualitas otak, sedangkan kualitas otak itu dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Secara prinsip, menurut Sudjatmiko, perkembangan positif kecerdasan sejak dalam kandungan itu bisa terjadi dengan memperhatikan banyak hal. Pertama, kebutuhan-kebutuhan biologis (fisik) berupa nutrisi bagi ibu hamil harus benar-benar terpenuhi. Seorang ibu hamil, gizinya harus cukup. Artinya, asupan protein, karbohidrat, dan mineralnya terpenuhi dengan baik. Selain itu, seorang ibu hamil tidak menderita penyakit yang akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak dalam kandungannya. Kebutuhan nutrisi itu sendiri, sebenarnya bukan hanya ketika ibu mengandung, melainkan ketika ia siap untuk mengandung pun sudah harus memperhatikan gizi, makanan, dan komposisi nutrisinya harus lengkap, sehingga ketika ia hamil, dari segi fisik sudah siap dan proses kehamilan akan berlangsung optimal secara nutrisi. Tapi, memang di Indonesia atau di negara-negara berkembang pada umumnya–boleh dikatakan sangat jarang ada keluarga yang mempersiapkan kehamilan. Malah, kerap kehamilan dianggap sebagai suatu yang mengejutkan. Berbeda dengan yang terjadi di negara-negara maju. Inilah yang cenderung menjadi penyebab awal mengapa anak-anak yang lahir kemudian tidak berkualitas, karena orang tua seakan tidak siap dalam segala hal untuk memelihara anaknya. Faktor kedua adalah kebutuhan kasih sayang. Seorang ibu harus menerima kehamilan itu, dalam arti kehamilan yang benar-benar dikehendaki. Tanpa kasih sayang, tumbuh kembangnya bayi tidak akan optimal. “Si ibu hamil harus siap dan dapat menerima risiko dari kehamilannya,” kata mantan Sekretaris Jenderal Ikatan Dokter Anak Indonesia itu. “Risiko itu, misalnya, seorang wanita karier yang hamil, merasa terbebani dan khawatir akan mengganggu pekerjaannya. Ia sebenarnya ingin hamil, tapi juga merasa terganggu dengan kehamilannya itu. Kondisi seperti ini tidak kondusif untuk merangsang perkembangan bayi dalam kandungannya,” tambahnya. Selain itu, menurut Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini, ada faktor psikologis yang memengaruhi perkembangan kecerdasan bayi, yaitu apakah si ibu hamil menikah secara resmi atau kawin lari. Pernikahannya direstui atau tidak, dan apakah ada komitmen antara istri dan suami. Tanpa komitmen di antara keduanya, kehamilan itu bisa dianggap mengganggu. Juga harus ada support (dukungan). Tanpa support, walaupun ada komitmen dari suami dan orang tua dapat mengurangi perkembangan dan rangsangan kecerdasan bayi dalam kandungan. “Jadi, variabel kasih sayang tadi adalah komitmen dengan suami, serta support dari orang tua dan keluarga, sehingga seorang ibu dapat menerima kehamilannya dengan hati tenteram,” lanjut Sudjatmiko. Faktor ketiga adalah adanya perhatian penuh dari si ibu hamil terhadap kandungannya. Ia dapat memberikan rangsangan dan sentuhan secara sengaja kepada bayi dalam kandungannya. Karena secara emosional akan terjadi kontak. Jika ibunya gembira dan senang, dalam darahnya akan melepaskan neo transmitter zat-zat rasa senang, sehingga bayi dalam kandungannya juga akan merasa senang. Sebaliknya, bila si ibu selalu merasa tertekan, terbebani, gelisah, dan stres, ia akan melepaskan zat-zat dalam darahnya yang mengandung rasa tidak nyaman tersebut, sehingga secara tidak sadar bayi akan terstimuli juga ikut gelisah. “Yang paling baik adalah stimuli berupa suara-suara, elusan, dan nyanyian yang disukai si ibu. Hal ini akan merangsang bayi untuk ikut senang. Berbeda jika si ibu melakukan hal-hal yang tidak disukainya, karena itu sama saja memberikan rangsangan negatif pada bayi,” ujar Sudjatmiko. Tapi, stimuli itu sendiri lebih efektif bila kehamilan sudah menginjak usia di atas enam bulan. Sebab, pada usia tersebut jaringan struktur otak pada bayi sudah mulai bisa berfungsi. Untuk mendapatkan kondisi-kondisi itulah, seorang ibu hamil harus tetap menjaga nutrisi yang didapat dari makanan sehari-hari. Bahkan, perlu diimunisasi, misalnya dengan suntik TT. Lakukan juga konsultasi rutin dengan dokter secara berkala. Mula-mula sekali sebulan, dan pada bulan terakhir menjelang kelahiran (partus), diperketat menjadi tiga minggu sekali, lalu dua minggu sekali, dan bahkan mendekati partus menjadi setiap minggu. Sudjatmiko juga menyarankan untuk tidak meminum obat-obatan yang katanya bisa merangsang perkembangan dan kecerdasan otak bayi. Obat-obatan semacam itu hanya omong kosong. “Pemberian obat semacam itu percuma saja, dan tidak berpengaruh apa-apa,” katanya. “Yang penting, ciptakan saja lingkungan mendidik, yaitu tiga faktor tadi. Sementara itu, psikolog anak Dra Surastuti Nurdadi juga mengungkapkan pendapat yang sama. Stimulasi positif, menurutnya, memang dapat meningkatkan kecerdasan anak sejak dalam kandungan. Dari stimulasi ini, diharapkan ketika anak tumbuh, bukan hanya menjadi cerdas, melainkan dapat bersosialisasi dengan lingkungannya. “Stimulasi menimbulkan kedekatan antara ibu dan anak. Bahkan, lanjut Surastuti, bayi masih dalam kandungan bisa distimuli dengan diperdengarkan musik klasik, diajak berbicara, dan diberikan elusan penuh kasih sayang. Orang tua juga harus siap dan berusaha mengajarkan cara anaknya bersosialisasi dengan dunia luar ketika ia masih di dalam rahim. Tapi, mengapa musik klasik? Pendapat semacam ini memang terus menjadi topik bahasan. Musikus hebat seperti Adhi MS, pimpinan Twilite Orchestra, juga meyakini musik klasik dapat merangsang kecerdasan bayi sejak dalam kandungan. Bahkan, untuk jenis musik yang ‘merangsang bayi’ ini sudah banyak dijual di toko-toko kaset tertentu. Tapi, untuk lebih tuntasnya kupasan mengenai hal itu, coba kita simak penuturan Surastuti yang juga dosen di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini. Musik klasik, katanya, memiliki berbagai macam harmoni yang terdiri dari nada-nada. Nada-nada inilah yang memberikan stimulasi berupa gelombang alfa. Gelombang ini memberikan ketenangan, kenyamanan, dan ketenteraman, sehingga anak dapat lebih berkonsentrasi. “Menurut beberapa penelitian, musik klasik memang termasuk metode yang tepat. Anak menjadi siap menerima sesuatu yang baru dari lingkungannya,”. Tapi, jangan coba-coba memperdengarkan musik-musik keras kepada bayi dalam kandungan. Konon, justru menyebabkan timbulnya kebingungan pada si jabang bayi!

Mitos Seputar Bayi baru lahir

Banyak kita temukan dimasyarakat berbagai mitos yang dipercaya dapat mempengaruhi perkembangan bayi, bisa dipercaya atau tidak semua ada alasannya :
Bayi jangan diajak keluar rumah saat maghrib, karena akan diganggu "penunggu" rumah. Padahal, yang terjadi adalah temperatur alam menjelang matahari terbenam memang meningkat, termasuk perubahan tekanan udara, kelembapan udara, perubahan temperatur. Ini akan menggelisahkan bayi yang memang belum bisa dengan cepat menyesuaikan diri. Soalnya, organ tubuh bayi itu kan, belum sempurna, tidak seperti orang dewasa yang sudah biasa. Akibatnya, bayi akan mengalami uneasy feeling dan rewel karena adanya perubahan alam tersebut. Selain itu, ada yang disebut ritme sirkadian. "Badan manusia mengalami bioritme yang ada hubungannya dengan waktu," . Pada bayi, bioritmenya belum stabil. Karena itu, bioritme bayi yang baru lahir sampai usia 2 bulan kadang-kadang masih terbalik. Siang dianggap malam, sementara malam dianggap siang. "Ini karena bayi belum bisa menyesuaikan diri dengan living environment dimana manusia sibuk saat siang. Tapi, lama-lama ia akan menyesuaikan dengan tuntutan sosial sekaligus perubahan alam tersebut. Secara alamiah, bioritme ini akan berubah dengan sendirinya."
Bawang yang dicampur minyak dikenal bisa menurunkan panas. "Itu secara ilmiah benar, karena bawang adalah tumbuhan yang mengeluarkan minyak yang mudah menguap dan menyerap panas."
Upacara tedak siti (menginjak tanah) saat bayi berusia 6-7 bulan. "Secara ilmiah pun ternyata tak salah, karena pas dengan usia refleks menapak bayi." Di permukaan badan terdapat putik saraf yang bisa menjadi sensor tekanan. Nah, saraf ini tumbuh saat bayi 6 - 7 bulan, bersamaan dengan tumbuhnya struktur otak untuk keseimbangan dan alat-alat keseimbangan untuk posisi berdiri. "Tak heran jika di usia ini, bayi sudah mulai belajar menapak."
Tak boleh memotong kuku bayi sebelum usia 40 hari. Tentu ini tak tepat. Karena kalau tidak dipotong, kuku yang panjang itu bisa berisiko melukai wajah bayi. Bahkan, bisa melukai kornea mata. "Kalau sampai kena kornea mata, tak bisa disembuhkan lagi." Larangan ini mungkin lebih disebabkan kekhawatiran akan melukai kulit jari tangan/kaki si bayi saat ibu mengguntingi kuku-kukunya. Sebaiknya gunting dengan gunting kuku khusus untuk bayi.

Dibedong agar kaki tidak pengkor. Bedong bisa membuat peredaran darah bayi terganggu lantaran kerja jantung memompa darah menjadi sangat berat. Akibatnya, bayi sering sakit di sekitar paru-paru atau jalan napas. Selain itu, bedong juga bisa menghambat perkembangan motorik si bayi, karena tangan dan kakinya tak mendapatkan banyak kesempatan untuk bergerak. Sebaiknya bedong dilakukan hanya setelah bayi dimandikan atau kala cuaca dingin, untuk menjaganya dari udara dingin. Dipakainya pun longgar.

Yang jelas, pemakaian bedong sama sekali tak ada kaitannya dengan pembentukan kaki. Semua kaki bayi yang baru lahir memang bengkok. Soalnya, di dalam perut tak ada ruangan cukup bagi bayi untuk meluruskan kaki. Sehingga waktu lahir, kakinya pun masih bengkok. Apalagi, di negara-negara yang cukup mendapatkan sinar matahari seperti Indonesia, tak ada kaki X atau O. Yang ada adalah orang menderita kaki X atau O karena sakit pada kelenjar parathyroid. Kelenjar ini mengatur kadar dan penyerapan kalsium serta pembentukan tulang. Jika pembentukan tulang terhambat, tentu ia akan memiliki kaki X atau O. Kaki X atau O hanya terjadi zaman dulu, itu pun di daerah yang jauh dari sinar matahari, seperti Kutub. "Di Kutub pun sekarang sudah nggak ada, karena orang Kutub sudah minum vitamin D" lanjut Adi. Dipakaikan gurita agar tidak kembung. Mitos ini tak benar, karena organ dalam tubuh malah akan kekurangan ruangan. Dinding perut bayi masih lemah, volume organ-organ tubuhnya pun tak sesuai dengan rongga dada dan rongga perut yang ada, karena sampai 5 bulan dalam kandungan, organ-organ ini terus tumbuh, sementara tempatnya sangat terbatas. Jika bayi menggunakan gurita, maka ruangan untuk pertumbuhan organ-organ ini akan terhambat. "kalau mau tetap memakaikan gurita, boleh saja. Asal ikatan bagian atas dilonggarkan, sehingga jantung dan paru-paru bisa berkembang,". Bila gurita digunakan agar pusar bayi tidak bodong, sebaiknya pakaikan hanya di sekitar pusar dan ikatannya longgar. Jangan sampai dada dan perut tercekik, sehingga jantung tidak bisa berkembang dengan baik gara-gara gurita yang terlalu kencang. Pusar ditindih koin agar tidak bodong. Secara ilmiah memang ada betulnya. Koin itu hanya alat untuk menekan, karena jendela rongga perut ke pusar belum menutup sempurna, jadi menonjol (bodong). Kalau bodongnya besar, ya harus dioperasi, tapi kalau bodongnya kecil, bisa saja ditindih pakai koin, asal pusar bayi diberi kasa steril yang diganti setiap hari dan diikat ke belakang.

Sebelum berusia 40 hari, jangan memandikan bayi sore hari. Kalau memang tujuannya menjaga agar bayi tidak masuk angin sih, tidak masalah. Namun, sebaiknya bayi tetap dimandikan, sedikitnya 2 kali sehari. Sejak dilahirkan pun sudah boleh dimandikan, tak perlu menunggu sampai 40 hari. Yang penting adalah waktunya. Kalau malam hari tentu tidak pas. Biasanya pada bulan-bulan pertama bayi dimandikan pukul 9 pagi. Mandi sore tergantung suhu ruang. Tidak boleh keluar rumah sebelum 40 hari. Mungkin yang tepat adalah jangan pergi ke tempat yang penuh orang (crowded). Banyak orang berarti banyak kuman penyakit. Kalau kepadatan pada suatu ruangan tinggi, maka penyakit pun tinggi. Misalnya ke mal atau membawa bayi ke perhelatan. Ingat, kekebalan bayi masih sangat rentan saat usianya di bawah 40 hari. Jadi, di bawah setahun, sebaiknya jangan membawa bayi ke mal, kecuali memang sangat penting dan hanya sebentar.

Tangan dan kaki bayi harus selalu ditutup dengan sarung tangan/kaki. Boleh-boleh saja asal dipakaikan kala udara dingin atau untuk menghindari bayi terluka saat ditinggal. Di luar itu, sebaiknya bayi tak usah dipakaikan sarung. "Pemakaian sarung justru akan mengurangi perkembangan indera perasa bayi."

Hidung ditarik agar mancung. Ini jelas salah, karena tidak ada hubungannya menarik pucuk hidung dengan mancung-tidaknya hidung. Mancung-tidaknya hidung seseorang ditentukan oleh bentuk tulang hidung yang sifatnya bawaan. Jadi, meski setiap menit ditarik-tarik, kalau dari sananya tidak mancung, ya tak bakal mancung.

Bayi usia seminggu diberi makan pisang dicampur nasi agar tidak kelaparan. Salah, pasalnya usus bayi di usia ini belum punya enzim yang mampu mencerna karbohidrat dan serat-serat tumbuhan yang begitu tinggi. Akibatnya, bayi jadi sembelit, karena makanan padat pertama adalah di usia 4 bulan, yakni bubur susu dan 6 bulan makanan padat kedua, bubur tim.

Masalah Seputar Bayi

Di samping menimbulkan rasa bahagia dan bangga, kehadiran seorang bayi, terutama anak pertama, kadangkala juga menimbulkan rasa khawatir yg berlebihan pada orang tuanya. Bagaimana tidak? Banyak hal yg sebenarnya biasa dialami oleh bayi baru lahir, namun bagi orang tua tampak sebagai masalah yg serius. Beberapa hal berikut mungkin dapat membantu Anda agar lebih percaya diri dalam menjalani minggu2 pertama bersama si kecil.

FAKTA2 SEPUTAR BAYI BARU LAHIR

  • Berat badan akan turun Tiga hari setelah dilahirkan, bayi2 biasanya mengalami penurunan berat badan sebesar 10% dari berat badan lahirnya. Hal ini antara lain karena mereka lebih senang tidur daripada makan. Selain itu, bayi memang akan mengalami proses "membuang" mekonium (tinja berwarna hijau kehitam-hitaman) dan air seni. Dalam waktu seminggu, berat badan mereka akan bertambah lagi. Namun, jika berat badan bayi Anda tidak bertambah dalam 2 minggu, atau ia kehilangan berat badan lebih dari 10% dalam beberapa hari pertaanya, maka Anda harus segera membawanya ke dokter. Gangguan kulit Kulit bayi baru lahir biasanya lembut, tapi tidak selalu "bersih".

  • Gangguan kulit yg bentuknya seperti jerawat atau bisul kecil ini umumnya timbul dalam beberapa hari sampai beberapa minggu pertama dalam kehidupannya. Gangguan kulit ini terjadi karena masih adanya hormon estrogen ibu yg bersikulasi dalam tubuh bayi. Beberapa gangguan kulit yg biasa dialami bayi di bawah usia 10 hari, a.l: milia (gangguan kulit berupa bintil2 kecil berwarna putih pada wajah bayi akibat adanya sumbatan pada kelenjar minyak) dan erythema toxicum (benjol kecil berwarna putih atau kekuningan yg dikelilingi oleh jerawat berwarna merah). Selain itu, ada pula gangguan kulit berupa timbulnya sisik atau serpihan2 kulit di atas alis, ubun2, belakang telinga dan leher bayi yg dikenal dengan nama kerak kepala (cradle crap). Gangguan ini hanya memerlukan perlakuan sederhana, yaitu dengan mencuci bersih daerah tsb menggunakan sabun yg lembut dan tidak menimbulkan alergi (hypoalergenic) atau baby oil. Namun waspadalah bila ada gangguan kulit bayi yg bernanah (diikuti demam atau tidak), karena hal ini mengindikasikann adanya infeksi.

  • Menyemburkan makanan (gumoh) Salah satu penyebab bayi menyemburkan makanannya adalah karena belum sempurnanya otot2 saluran pencernaannya. Akibatnya, ASI dapat mengalir kembali langsung ke kerongkongannya. Perlu diingat, ASI yg sudah disemburkan tidak dapat masuk kembali, dan harus diawasi untuk melihat ada tidaknya gangguan pernafasan (dikhawatirkan ada yg masuk ke hidung dan paru). Upaya yg dapat Anda lakukan adalah dengan memperhatikan posisi yg tepat saat menyusui, sehingga bayi tidak banyak mengisap udara. Selain itu, setelah bayi selesai menyusu, buatlah ia bersendawa. Caranya, tegakkan tubuhnya menghadap ke arah Anda, atau menengkurapkannya di atas pangkuan Anda, kemudian tepuk2 punggungnya secara perlahan.

  • Batuk atau bersin Bayi akan batuk atau bersin untuk membersihkan saluran hidung dari sesuatu yg mengiritasi, seperti debu atau untuk membuang lendir/ludah yg ada di kerongkongannya. Jadi tindakannya itu tidak selalu berarti ia sakit. Kecuali, jika terjadi penyumbatan di hidungnya, diikuti demam, atau ia batuk terus menerus yg mengganggu makan dan tidurnya.

  • Perubahan pada tinja Normal atau tidaknya tinja bayi tergantung pada makanan yg Anda berikan padanya. Bayi yg diberi ASI, tinjanya biasanya lunak, encer dan agak kasar, serta berwarna kuning kehijauan. Selain itu, ia bisa buang air besar setiap habis makan. Sedangkan bayi yg diberi susu botol, tinjanya berwarna lebih putih dan halus. Buang air besarnya mungkin hanya 2 atau 3 kali sehari. Setelah system pencernaannya matang, mereka cenderung lebih jarang buar air besarnya. Demikian pula bila bayi mengalami sembelit, jika tinja bayi keras secara berturut-turut, ia mungkin mengalami sembelit. Sebaliknya, Anda juga disarankan untuk segera menemui dokter bila tinjanya lebih berair dari biasanya, atau ada sedikit darah. Karena kondisi ini mungkin saja merupakan tanda terjadinya suatu infeksi, atau ketidakcocokan dengan susu formula yg dikonsumsinya.

  • Tali pusat tak kunjung putus Tali pusat bayi yg baru lahir biasanya berwarna putih keabu-abuan, mengkilat dan licin. Sesudah beberapa hari, tali pusat akan berubah menjadi hitam keungu-unguan, kisut dan mengecil. Anda tak perlu takut untuk merawatnya. Perlu diketahui, pada tali pusat tidak terdapat ujung2 urat saraf. Untuk membuat tali pusat lepas dalam waktu 2-4 minggu, dokter biasanya menyarankan anda untuk mengoleskan alcohol setiap kali anda selesai memandikannya. Jika tali pusat tsb tidak kunjung mongering dan lepas dalam waktu lebih dari 4 minggu, sebaiknya membawa bayi ke dokter.

  • Selalu menangis Menangis adalah satu2nya cara bayi untuk berkomunikasi, misalnya memberitahu bahwa dia lapar, terganggu, sakit, kotor atau lelah. Setiap maksud tsb biasanya mempunyai bunyi tangis yg berbeda pula. Anda mungkin butuh waktu untuk mengenalnya. Lalu bagaimana mengindikasikan tangis bayi sebagai suatu yg bermasalah? Tangisan tsb akan terdengar berbeda dari biasanya. Lebih nyaring atau melengking, terus menerus atau sulit dihentikan.

Pelajari naluri Anda Walaupun banyak buku atau orang yg memberi nasihat tentang kiat2 mengurus anak, sebaiknya Anda tidak mengabaikan naluri Anda sebagai orang tua. Karena yg menimang, memandikan, mengganti popoknya, menenangkannya saat menangis dan memberinya makan setiap hari aadalah Anda. Orang tua umumnya memiliki indera ke enam untuk mengetahui kebutuhan anak2nya. Jadi, tanpa mengabaikan gejala2 suatu penyakit, jika Anda merasa bayi anda baik2 saja, mungkin memang demikian adanya.

Masalah Seputar Bayi Baru Lahir

Seputar bayi baru lahir Di samping menimbulkan rasa bahagia dan bangga, kehadiran seorang bayi, terutama anak pertama, kadangkala juga menimbulkan rasa khawatir yg berlebihan pada orang tuanya. Bagaimana tidak? Banyak hal yg sebenarnya biasa dialami oleh bayi baru lahir, namun bagi orang tua tampak sebagai masalah yg serius. Beberapa hal berikut mungkin dapat membantu Anda agar lebih percaya diri dalam menjalani minggu2 pertama bersama si kecil.
FAKTA-FAKTA SEPUTAR BAYI BARU LAHIR
  • Berat badan akan turun Tiga hari setelah dilahirkan, bayi2 biasanya mengalami penurunan berat badan sebesar 10% dari berat badan lahirnya. Hal ini antara lain karena mereka lebih senang tidur daripada makan. Selain itu, bayi memang akan mengalami proses "membuang" mekonium (tinja berwarna hijau kehitam-hitaman) dan air seni. Dalam waktu seminggu, berat badan mereka akan bertambah lagi. Namun, jika berat badan bayi Anda tidak bertambah dalam 2 minggu, atau ia kehilangan berat badan lebih dari 10% dalam beberapa hari pertaanya, maka Anda harus segera membawanya ke dokter.

  • Gangguan kulit Kulit bayi baru lahir biasanya lembut, tapi tidak selalu "bersih". Gangguan kulit yg bentuknya seperti jerawat atau bisul kecil ini umumnya timbul dalam beberapa hari sampai beberapa minggu pertama dalam kehidupannya. Gangguan kulit ini terjadi karena masih adanya hormon estrogen ibu yg bersikulasi dalam tubuh bayi. Beberapa gangguan kulit yg biasa dialami bayi di bawah usia 10 hari, a.l: milia (gangguan kulit berupa bintil2 kecil berwarna putih pada wajah bayi akibat adanya sumbatan pada kelenjar minyak) dan erythema toxicum (benjol kecil berwarna putih atau kekuningan yg dikelilingi oleh jerawat berwarna merah). Selain itu, ada pula gangguan kulit berupa timbulnya sisik atau serpihan2 kulit di atas alis, ubun2, belakang telinga dan leher bayi yg dikenal dengan nama kerak kepala (cradle crap). Gangguan ini hanya memerlukan perlakuan sederhana, yaitu dengan mencuci bersih daerah tsb menggunakan sabun yg lembut dan tidak menimbulkan alergi (hypoalergenic) atau baby oil. Namun waspadalah bila ada gangguan kulit bayi yg bernanah (diikuti demam atau tidak), karena hal ini mengindikasikann adanya infeksi.
  • Menyemburkan makanan (gumoh) Salah satu penyebab bayi menyemburkan makanannya adalah karena belum sempurnanya otot2 saluran pencernaannya. Akibatnya, ASI dapat mengalir kembali langsung ke kerongkongannya. Perlu diingat, ASI yg sudah disemburkan tidak dapat masuk kembali, dan harus diawasi untuk melihat ada tidaknya gangguan pernafasan (dikhawatirkan ada yg masuk ke hidung dan paru). Upaya yg dapat Anda lakukan adalah dengan memperhatikan posisi yg tepat saat menyusui, sehingga bayi tidak banyak mengisap udara. Selain itu, setelah bayi selesai menyusu, buatlah ia bersendawa. Caranya, tegakkan tubuhnya menghadap ke arah Anda, atau menengkurapkannya di atas pangkuan Anda, kemudian tepuk2 punggungnya secara perlahan.
  • Batuk atau bersin Bayi akan batuk atau bersin untuk membersihkan saluran hidung dari sesuatu yg mengiritasi, seperti debu atau untuk membuang lendir/ludah yg ada di kerongkongannya. Jadi tindakannya itu tidak selalu berarti ia sakit. Kecuali, jika terjadi penyumbatan di hidungnya, diikuti demam, atau ia batuk terus menerus yg mengganggu makan dan tidurnya.
  • Perubahan pada tinja Normal atau tidaknya tinja bayi tergantung pada makanan yg Anda berikan padanya. Bayi yg diberi ASI, tinjanya biasanya lunak, encer dan agak kasar, serta berwarna kuning kehijauan. Selain itu, ia bisa buang air besar setiap habis makan. Sedangkan bayi yg diberi susu botol, tinjanya berwarna lebih putih dan halus. Buang air besarnya mungkin hanya 2 atau 3 kali sehari. Setelah system pencernaannya matang, mereka cenderung lebih jarang buar air besarnya. Demikian pula bila bayi mengalami sembelit, jika tinja bayi keras secara berturut-turut, ia mungkin mengalami sembelit. Sebaliknya, Anda juga disarankan untuk segera menemui dokter bila tinjanya lebih berair dari biasanya, atau ada sedikit darah. Karena kondisi ini mungkin saja merupakan tanda terjadinya suatu infeksi, atau ketidakcocokan dengan susu formula yg dikonsumsinya.
  • Tali pusat tak kunjung putus Tali pusat bayi yg baru lahir biasanya berwarna putih keabu-abuan, mengkilat dan licin. Sesudah beberapa hari, tali pusat akan berubah menjadi hitam keungu-unguan, kisut dan mengecil. Anda tak perlu takut untuk merawatnya. Perlu diketahui, pada tali pusat tidak terdapat ujung2 urat saraf. Untuk membuat tali pusat lepas dalam waktu 2-4 minggu, dokter biasanya menyarankan anda untuk mengoleskan alcohol setiap kali anda selesai memandikannya. Jika tali pusat tsb tidak kunjung mongering dan lepas dalam waktu lebih dari 4 minggu, sebaiknya membawa bayi ke dokter.
  • Selalu menangis Menangis adalah satu2nya cara bayi untuk berkomunikasi, misalnya memberitahu bahwa dia lapar, terganggu, sakit, kotor atau lelah. Setiap maksud tsb biasanya mempunyai bunyi tangis yg berbeda pula. Anda mungkin butuh waktu untuk mengenalnya. Lalu bagaimana mengindikasikan tangis bayi sebagai suatu yg bermasalah? Tangisan tsb akan terdengar berbeda dari biasanya. Lebih nyaring atau melengking, terus menerus atau sulit dihentikan.
Pelajari naluri Anda Walaupun banyak buku atau orang yg memberi nasihat tentang kiat2 mengurus anak, sebaiknya Anda tidak mengabaikan naluri Anda sebagai orang tua. Karena yg menimang, memandikan, mengganti popoknya, menenangkannya saat menangis dan memberinya makan setiap hari aadalah Anda. Orang tua umumnya memiliki indera ke enam untuk mengetahui kebutuhan anak2nya. Jadi, tanpa mengabaikan gejala2 suatu penyakit, jika Anda merasa bayi anda baik2 saja, mungkin memang demikian adanya.

Variasi Makanan Bayi Usia 6 Bulan

Variasi Olahan Buah Pisang dengan jeruk (1 porsi) Bahan : 1 buah (100 gr) pisang ambon 50 cc air jeruk yang manis (jeruk baby/pontianak/medan) Cara membuat : 1. Kerok pisang dengan sendok untuk menjadi 50 gr (5 sdm). Tempatkan dalam wadah. 2. Campur pisang yang sudah dikerok dengan air jeruk, aduk rata,segera berikan pada bayi. Melon dengan jeruk (1 porsi) Bahan : 100 gr melon yg matang dan manis, potong-potong 1 sdm air jeruk yang manis (jeruk baby/pontianak/medan) Cara membuat : 1. Haluskan melon dengan blender/saringan kawat.Tuang dalam wadah. 2. Tambahkan air jeruk, aduk rata. Segera berikan pada bayi. Pepaya dengan jeruk (1 porsi) Bahan : 100 gr pepaya yang matang dan manis, potong-potong 1 sdm air jeruk yang manis (jeruk baby/pontianak/medan) Cara membuat : 1. Haluskan pepaya dengan blender/saringan kawat. Tuang dalam wadah. 2. Tambahkan air jeruk, aduk rata. Segera berikan pada bayi. Pepaya dengan Tomat ( 1 porsi) Bahan : 50 gr tomat yg matang 100 gr pepaya yang matang dan manis, potong-potong Cara membuat : 1. Seduh tomat dengan air panas, kupas kulitnya. 2. Belah tomat, buang bijinya, potong-potong dagng tomat. 3. Haluskan tomat dengan pepaya dengan blender/saringan kawat. Tuang dalam wadah. Pepaya dengan pisang (1 porsi) Bahan : 50 gr pepaya yg matang dan manis, potong-potong 51 gr pisang raja yang tua dan manis, potong-potong Cara membuat : Haluskan pepaya dan pisang dengan blender/saringan kawat, angkat, tuang dalam wadah. Segera berikan pada bayi. Alpukat dengan jeruk (1 porsi) Bahan : 100 gr daging buah alpukat. 50 cc air jeruk yang manis (jeruk baby/pontianak/medan) Cara membuat : 1. Haluskan alpukat dengan blender/saringan kawat, angkat. Tuang dalam wadah. 2. Tambahkan air jeruk, aduk rata. Segera berikan pada bayi. Tips : Pilihlah alpukat yang tua agar rasanya tidak pahit. Alpukat yang tua biasanya tidak terlalu keras bila ditekan, dan bila diguncangkan terasa gerakan biji yang terlepas dari dagingnya.

Variasi Bubur Susu 1. Bubur susu Tepung Beras (1 porsi) Bahan : 20 gr tepung beras 250 Cc susu 5 sdm air jeruk yang manis (jeruk baby/jeruk pacitan) Cara Membuat : - Cairkan tepung beras dengan 50cc susu, aduk rata. - Rebus sisa susu hingga mendidih, masukan cairan tepung beras, aduk hingga mengental,angkat - Tuang dalam wadah, tunggu hingga dingin, siram atasnya dengan air jeruk. Siap diberikan pada bayi. 2. Bubur sumsum (1 porsi) Bahan : 20 gr tepung beras 250 Cc susu 25 gr gula merah (sebaiknya jangan diberikan sampai usia 1 thn) Cara membuat : - Cairkan tepung beras dengan 50cc susu, aduk rata. - Rebus sisa susu sampai mendidih, masukan cairan tepung beras, aduk hingga mengental, angkat. - Rebus gula merah dengan 50cc air, lalu saring. Siram keatas bubur sumsum yang sudah dingin. 3. Bubur maizena dengan pepaya (1 porsi) Bahan : 20 gr tepung maizena 250 Cc susu 50 gr pepaya manis dan matang, potong dadu kecil Cara membuat : - Cairkan tepung maizena dengan 50 cc susu, aduk rata. - Rebus sisa susu hingga mendidih, masukan cairan tepung maizena sambil terus diaduk hingga kental. Angkat. - Tuang dalam mangkuk, Tunggu hingga dingin, taburi atasnya dengan pepaya yang sudah diblender/saring. 4. Bubur maizena dengan pisang (1 porsi) Bahan : 15 gr tepung maizena 50 gr pisang raja yang matang, kukus, haluskan. 250cc susu Cara membuat : - Cairkan tepung maizena dengan 50cc susu, aduk rata. - Rebus sisa susu hingga mendidih, masukkan cairan tepung maizana, aduk hingga mengental. - Masukkan pisang raja kukus yang telah dihaluskan. Aduk rata, angkat. - Haluskan dengan blender/saringan kawat. Tunggu hingga dingin, siap diberikan pada bayi. 5. Bubur hunkue siram tomat (1 porsi) Bahan : 1 buah tomat yang matang 20 gr tepung hunkue. 250 cc susu Cara membuat : - Rendam tomat dalam air mendidih, kupas kulitnya, potong-potong dagingnya, haluskan dengan blender/saringan kawat untuk mendapatkan 50cc air tomat. - Cairkan tepung hunkue dengan 50 cc susu, aduk rata. - Rebus sisa susu hingga mndidih, masukkan cairan tepung hunkue, aduk hingga mengental, tuang dalam wadah. - Tunggu hingga bubur menjadi dingin, siram dengan air tomat. Siap diberikan pada bayi. 6. Bubur tepung kacang hijau (1 porsi) Bahan : 20 gr tepung kacang hijau sangrai 200 cc susu Cara membuat : - Cairkan tepung kacang hijau sangrai dengan 50 cc susu. - Rebus sisa susu hingga mendidih, masukan cairan tepung kacang hijau, aduk hingga kental, angkat. - Tuang dalam wadah. Berikan pada bayi setelah bubur dingin. Cara membuat tepung kacang hijau : - cuci bersih kacang hijau dalam jumlah sekehendak, tiriskan. - sangrai sampai kering. Angkat. - tumbuk perlahan agar kulitnya mengelupas. Buang kulitnya, lanjutkan menumbuk hingga halus, ayak. Simpan dalam wadah tertutup. Catatan : 20 gr = 1 sendok makan 10 gr = 1 genggam

Step By Step Pakaikan Popok dan Bedong

Memakaikan popok dan bedong merupakan "tugas utama" orangtua. Sekilas memang tampak mudah, tapi bagi bapak/ibu yang baru pertama kali melakukannya bisa jadi cukup merepotkan. Semoga step by step berikut akan sangat membantu.
STEP BY STEP MEMAKAIKAN POPOK
  1. Letakkan bayi di atas bentangan popok. Posisi tali ada di sebelah atas atau sejajar pinggang bayi.
  2. Lipat popok dari bawah ke atas menutupi kelamin dan pusar bayi.
  3. Tarik tali popok ke tangah.
  4. Simpulkan tali hingga dirasa kencang tetapi tidak menyakitkan. Buatlah simpul pita agar tali mudah dilepas jika popok sudah kotor.
  5. Bayi sudah siap dengan popok bersihnya.

TIP SEPUTAR POPOK

  1. Penggunaan popok kain lebih efisien karena lebih mudah memasangkan/melepaskannya. Harganya pun lebih ekonomis. Tidak perlu membeli popok kain terlalu banyak. Cukup 1 lusin, karena popok kain hanya akan digunakan sekitar 1 bulan.
  2. Pilih yang terbuat dari bahan katun, menyerap keringat/air, lembut, dan tidak panas. Bila popok kain bergambar aneka warna dan motif, pastikan sablon/pewarna yang digunakan aman untuk bayi. Bila sablon/pewarna yang digunakan mengandung cat/zat berbahaya lainnya dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan bayi.
  3. Popok yang kotor karena BAB sebaiknya segera dibersihkan kotorannya dengan mengucek sebentar kemudian merendamnya dalam air deterjen. Soalnya, tinja yang tidak segera dikucek akan meninggalkan bekas noda yang pada akhirnya akan sulit dibersihkan.
  4. Pilih pelembut/pengharum pakaian yang aman untuk bayi. Ada beberapa bayi yang alergi terhadap wewangian semacam ini, sehingga popok yang dicuci menggunakan pengharum/pelembut malah menimbulkan masalah.
  5. Pastikan popok yang dijemur sudah kering sempurna. Popok yang masih setengah kering (anyep) akan menimbulkan bau tak sedap. Selaon bisa menyebabkan bayi iritasi berupa gatal-gatal. Jadi, meski musim penghujan sudah tiba, jangan abaikan kondisi ini.
  6. Sebelum digunakan, popok sebaiknya sudah disetrika lebih dulu. Disamping lebih hangat dan nyaman untuk si kecil, penyetrikaan juga bisa membunuh kuman yang kemungkinan menempel.
  7. Simpan popok di tempat yang kering dan bersih.

STEP BY STEP MEMAKAIKAN BEDONG

  1. Bentangkan kain bedong di atas permukaan yang rata dan empuk/nyaman.
  2. Posisikan kain agak miring lalu lipat bagian ujungnya seperti contoh dalam gambar.
  3. Letakkan bayi pada posisi melintang di atas kain bedong.
  4. Luruskan tangan bayi sejajar tubuh. Lalu, bedonglah bayi dengan cara melilitkan ujung kain sebelah kiri/kanan dan selipkan di bawah tubuh bayi.
  5. Lilitkan ujung satunya ke arah berlawanan. Longar saja. Selipkan ujungnya ke bawah lipatan yang ada.
  6. Tekuk ujung yang tersisa di bagian bawah ke depan atau ke belakang dan selipkan dalam lipatan hingga rapi.
  7. Jangan membedong terlalu kuat dan rapat karena bedong hanya berfungsi sebagai penghangat tubuh.

TIP SEPUTAR BEDONG

  1. Kebutuhan kain bedong sekitar + lusin.
  2. Meski hanya digunakan sebentar (kurang lebih 2 minggu), tapi kain bedong masih bisa dimanfaatkan sebagai alas tidur setelah tidak terpakai.
  3. Pilih kain bedong yang terbuat dari bahan yang lembut dan menyerap keringat.
  4. Ukuran bedong yang disarankan sekitar 90x90cm, sehingga cukup lebar untuk bayi gemuk sekalipun.

Kolik Pada Bayi, Waspadai Tangisannya

Bayi menangis merupakan hal yang lumrah.
Tetapi bila tangisnya sukar dihentikan dan terjadi berjam-jam tentulah akan membuat waswas orangtua. Apa yang salah pada bayi ini? Menangis merupakan cara bayi menyatakan lapar, rasa tidak nyaman, lelah,nyeri dan takut. Rasa tidak nyaman timbul bila bayi kencing, berhajat, kegerahan, kedinginan, gatal, dan sebagainya. Pada bayi normal, sampai ia berusia kira-kira 6 minggu biasanya frekuensi menangisnya tinggi, dan kemudian berangsur-angsur berkurang sampai ia berusia 4 bulan. Dan pada usia selanjutnya, bayi umumnya hanya menangis pada sore atau malam hari. Bayi Menangis Berlebihan Bila bayi menangis secara berlebihan, ini bisa merupakan gejala bahwa ia menderita berbagai penyakit atau keadaan tertentu. Beberapa penyebab yang penting dan memerlukan tindakan segera di antaranya adalah radang telinga, infeksi saluran kemih, nyeri akibat jatuh, volvulus (usus berputar), invaginasi (satu bagian usus masuk ke dalam bagian usus yang lainnya sehingga menimbulkan sumbatan usus), hernia inkarserata (kondor yang tidak masuk lagi dan terjepit), torsio testis (buah zakar terputar), dan acute abdomen (keadaan gawat perut). Namun biasanya penyakit-penyakit serius ini disertai dengan gejala atau tanda lain, sehingga dokter yang berpengalaman akan dapat mendeteksinya. Di samping itu, beberapa gangguan saluran cerna juga sering menyebabkan bayi menangis berkepanjangan. Bayi yang lapar tentu akan menangis terus sampai di beri minum. Sebaliknya, pemberian makan dan minum yang berlebihan juga akan membuat bayi menangis berkepanjangan karena perutnya terlampau teregang dan menimbulkan nyeri perut. Demikian pula bila bayi terlalu banyak menelan udara, akibat kesalahan teknik waktu menyusui atau memberikan susu botol, misalnya. Bayi yang mengalami sembelit juga sering menangis berlebihan. Bila tidak ditemukan kelainan-kelainan organik seperti di atas yang membahayakan jiwa bayi, maka menangis yang berlebihan pada bayi disebut kolik. Gejala Kolik Pada Bayi Kolik menyerang kira-kira 15-25% bayi. Sampai saat ini, penyebab terjadinya kolik pada bayi masih merupakan misteri. Sudah banyak ahli yang meneliti masalah ini, tapi tampaknya belum ada hasil yang memuaskan. Gejala kolik biasanya dimulai dengan muka yang memerah atau mimik wajah yang tampak aneh, diikuti dengan menarik kaki ke atas, lalu menangis kuat yang bisa berlangsung selama beberapa jam. Semua tanda-tanda tersebut terjadi karena perut bayi kejang. Serangan kolik pada bayi biasanya dimulai pada saat ia berumur beberapa minggu, dan berakhir atau sembuh dalam waktu 3-4 bulan. Meskipun sering terjadi pada malam hari di sekitar waktu makan malam, serangan kolik ini dapat pula terjadi terputus-putus pada siang hari. Di luar waktu serangan, biasanya bayi dapat tidur dengan nyenyak. Bagaimana Mengatasi Kolik Pada Bayi ? Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah berkonsultasi dengan dokter anak. Bila tidak ditemukan penyakit berbahaya seperti yang telah disebutkan, maka dokter akan mencari kemungkinan lain, yang biasanya berhubungan dengan pencernaan. Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menangani kolik pada bayi
Mendiamkan Bayi Menangis Banyak cara yang dapat dilakukan orang tua untuk menenangkan bayinya yang menangis. Cara tradisional dengan menaruhnya dalam ayunan, atau mengajak bayi berjalan-jalan dalam kereta dorongnya sering merupakan cara yang efektif. Bisa juga Anda mengajaknya bermobil mengitari blok rumah. Cara terakhir ini sebenarnya merupakan kombinasi dari 2 cara pertama, yaitu mengayun dan berjalan-jalan. Suara kipas angin, musik, atau vacuum cleaner sering pula efektif untuk menenangkan bayi. Tampaknya bunyi-bunyian tersebut mirip bunyi-bunyian dalam kandungan ibu. Beberapa ahli menganjurkan pula pemijatan ringan di daerah kolik pada bayi. Perhatikan Teknik Menyusui Untuk menghindari kolik, bila menyusui bayi, pastikan mulut bayi melekat pas pada puting susu ibu. Bila tidak pas, selain bayi akan menelan udara berlebihan, ASI yang dikonsumsi bayi juga akan kurang. Di samping itu, jika bayi menyusu hanya sekejap pada tiap payudara, kepuasan menyusu pada bayi juga akan berkurang. Ini karena bayi hanya minum susu awal, yang banyak mengandung aktosa (gula susu), tetapi rendah kandungan lemak dan proteinnya. Padahal, masukan laktosa yang tinggi bisa menimbulkan gangguan penyerapan laktosa, yang bisa mengakibatkan bayi mengalami kembung dan nyeri perut. Diet Ibu Penelitian menunjukkan bahwa sekitar sepertiga kasus kolik pada bayi disebabkan oleh alergi terhadap protein susu sapi. Senyawa ini dapat ditemukan pada ASI dari ibu yang mengkonsumsi susu sapi. Dalam kondisi ini, sebaiknya ibu tidak mengkonsumsi susu sapi. Bila kemudian kondisi bayi ternyata membaik, maka diet ibu yang bebas susu sapi harus terus dipertahankan selama 3-4 minggu atau mungkin lebih. Namun, bila dengan cara ini ternyata kolik pada bayi tidak mereda dalam waktu 4-5 hari, maka ibu dapat kembali ke diet semula. Karena berarti kolik itu bukan disebabkan oleh diet ibu. Bayi Yang Tidak Minum ASI Pada bayi yang minum susu formula (susu botol), perlu diperhatikan apakah teknik pemberian susu botol sudah betul. Pastikan pengenceran susu sudah dilakukan sesuai dengan petunjuk pabrik. Jika susu terlalu encer akan menimbulkan rasa lapar. Sedangkan jika susu terlalu pekat akan menimbulkan diare dan kembung. Pastikan pula bahwa bayi cukup mengkonsumsi susu, sesuai dengan yang dibutuhkannya. Sebagai patokan, bayi harus minum sedikitnya 150 ml perkilogram berat badan per 24 jam. Perlu pula diperhatikan apakah dot yang dipakai cocok untuk mulut bayi Anda dan lubang dotnya cukup lebar untuk mengalirkan susu. Sempitnya lubang dot membuat bayi kelihatan rakus menghisap tetapi justru udara yang banyak tertelan. Pada 2-5% kasus, kolik pada bayi disebabkan oleh intoleransi susu sapi. Selain kolik, gejala lain yang timbul adalah diare dan berat badan sukar naik. Pada keadaan ini bila bayi tidak diberi ASI, maka diperlukan susu formula yang tidak mengandung protein susu sapi atau formula susu kedele. Hindari Berganti-Ganti Susu Formula Menukar-nukar susu tanpa konsultasi dengan dokter sering dilakukan ibu yang frustasi melihat anaknya menangis terus. Sebenarnya, tanpa indikasi yang jelas, tindakan mengganti-ganti susu ini tidak bermanfaat. Hindari penggunaan sembarang obat Penggunaan obat dalam mengatasi kolik pada bayi amat terbatas. Bermacam-macam obat telah dicoba, tetapi hasilnya mengecewakan. Selain tidak bermanfaat, pemberian obat juga dapat memberikan efek samping yang membahayakan. Dukungan Keluarga Perlu diingat bahwa kolik pada bayi dapat menimbulkan perasaan stres yang amat besar bagi seluruh anggota keluarga. Mereka akan merasa bersalah dan gagal, karena upaya untuk menenangkan nbayi tampak sia-sia, dan bahkan menambah tangis sang bayi. Pada keadaan ini dukungan keluarga atau teman amat dibutuhkan. Carilah seseorang yang dapat diajak berbagi perasaan atau penderitaan. Menitipkan bayi untuk sementara waktu pada orang lain (ibu, mertua, atau baby sitter) mungkin bermanfaat, agar orang tua dapat santai sejenak, terlepas dari situasi tegang tersebut. Penting sekali menangani bayi kolik sedini mungkin. Karena, perasaan yang tidak menyenangkan, tentu bukan merupakan awal yang baik untuk menempuh kehidupan selanjutnya.

ANEKA KESALAHAN SAAT MEMBERI MAKANAN BAYI

Mungkin orang tua tak menganggapnya sebagai hal penting. Padahal, jika tahapan pemberian makan tak dijalankan secara benar, bisa membuat anak sakit.
Saat baru lahir, bayi belum bisa makan karena ia baru belajar dan organ pencernaannya belum siap untuk mencerna makanan biasa. Karena itu, memberinya makanan harus melalui tahapan tertentu. Misal, 4 bulan pertama kehidupannya, ia hanya memperoleh nutrisi dari ASI, plus susu formula jika memang diperlukan. "Baru setelah itu, ia diperkenalkan dengan makanan padat, mulai dari jus buah-buahan kemudian pada bulan ke 5 mulai diperkenalkan dengan bubur susu lalu makin lama makin meningkat sampai nasi setelah ia berusia setahun.
Toh, pada kenyataannya, masih banyak orang tua yang kurang paham akan hal tersebut meski sudah dijelaskan dokter. Yang diterapkan justru pola yang ada dalam keluarga dan sudah turun-temurun dilakukan. Padahal, risikonya tak sedikit jika bayi diberi makanan tanpa melalui tahapan yang seharusnya. Berikut sejumlah kesalahan yang sering dilakukan orang tua.
TERLALU CEPAT MEMBERI MAKANAN PADAT
Harusnya, baru di usia 4 bulan bayi mulai diberi makanan padat. Yang banyak terjadi, belum lagi umur 4 bulan, bayi sudah diberi makanan padat semisal pisang atau nasi. Padahal, "Bisa menyebabkan gangguan di usus. Misal, ususnya tersumbat atau melintir, dinding dalam usus berisi jonjot-jonjot usus yang di dalamnya berisi enzim dengan fungsi mengolah makanan yang masuk ke dalam saluran usus.
"Bayi usia 4 bulan biasanya masih sedikit enzimnya. Jonjotnya juga belum sempurna." Alhasil, makanan padat yang masuk tak diolah. "Cuma memberi rasa kenyang tapi tak diserap, karena enzim yang bertugas mencerna masih kurang." Nah, kalau keadaannya parah, bisa terjadi perforasi alias kebocoran usus. Bahkan, bisa pecah karena makanan padat menumpuk dan tak bisa hancur di usus. JIKA ANAK MENOLAK MAKANAN PADAT
Yang juga banyak terjadi, anak hanya diberi susu karena tak mau makan. Padahal, menunda pemberian makanan padat jika memang sudah waktunya, tak baik bagi sistem pencernaan anak. Bisa bisa, jonjot-jonjot ususnya tak terangsang untuk berkembang.
Padahal, kalau kurang dirangsang, lapisan jonjot akan tetap tipis bahkan mungkin "gundul". "Masalahnya, lapisan jonjot-jonjot usus yang tipis ini akan mempengaruhi ketahanan anak. Kalau ususnya terkena infeksi, akan mudah habis dan makin terkikis."
Patut juga diingat, jika anak sudah besar hanya diberi susu, Kecukupan gizinya tak akan terpenuhi dengan baik. Makin besar bayi, kebutuhan asupan makanannya juga makin besar.
PEMBERIAN YANG SALAH PADA SUSU FORMULA
Secara garis besar, susu formula dibagi dalam 2 jenis, yaitu
  • susu formula pemula (starting formula)
  • susu formula lanjutan (follow-up formula)
Susu formula pemula sebenarnya hanya diberikan kepada anak-anak yang tak mendapat ASI. Bisa karena ASI tidak keluar atau sang ibu memiliki masalah lain. Namun yang terbaik tetaplah ASI. Apa efeknya bila susu formula untuk anak di atas usia setahun diberikan pada bayi? Yang jelas, kandungannya berbeda. Umumnya berupa susu full cream yang banyak mengandung laktosa.
Sementara tubuh bayi baru menghasilkan enzim untuk mencerna laktosa mulai usia 4 bulan. Alhasil, susu tak tercerna dengan baik dan bisa membuat si kecil diare. Sebaliknya, kalau di atas usia setahun masih diberi susu pemula, asupan gizi jadi kurang karena susu pemula adalah susu formula yang diencerkan. VITAMIN SEBAGAI JALAN PINTAS BAGI ORANG TUA Orang tua pasti ingin memberi gizi terbaik bagi anaknya. Yang terjadi, sebagai jalan pintas, anak diberi aneka vitamin. Begitu juga kalau anak tak punya nafsu makan, dijejali macam-macam vitamin.
Padahal, vitamin tak mutlak diberi jika makannya sudah cukup. "Kalau asupannya dirasa kurang, boleh-boleh saja dikasih vitamin. Kendati boleh memberi vitamin sebagai penambah nafsu makan, "Tetap harus dicari penyebabnya, kenapa anak tak doyan makan. Jangan terus-terusan dikasih vitamin." Masalahnya, anak, apalagi bayi, sulit makan karena berbagai penyebab.
Bayi usia 4 bulan yang baru dikenalkan makanan padat, misal, tentu perlu waktu lama untuk beradaptasi. Belum lagi pencernaannya juga baru belajar mencerna makanan dan si bayi juga baru belajar mengunyah serta menelan. "Jadi, teliti dulu, benarkah ia tak nafsu makan atau karena ada masalah lain yang berhubungan dengan proses mencernanya. Misal, ia memang belum terampil menelan atau tak suka rasa makanannya." Pemberian vitamin yang berlebihan memang tak memberi efek samping yang buruk. Toh, kelebihan itu akan dibuang secara otomatis jika tubuh sudah merasa kebutuhannya tercukupi. "Tapi tetap saja harus hati-hati. Soalnya, kebanyakan vitamin bisa membuat bayi diare. MEMAKAI BUMBU TAMBAHAN
Kalau jumlahnya tak terlalu banyak, masih bisa ditolerir asal tujuannya mengenalkan aneka rasa pada anak. Kaldu dan kecap juga boleh diberikan agar ia mengenal berbagai rasa. Tentunya setelah Si kecil usia 6-7 bulan, atau setelah ia boleh mengkonsumsi nasi tim. PEMBERIAN TELUR MENTAH
Banyak orang tua meyakini, telur mentah bisa menambah daya tahan bayi. Padahal, justru berisiko. Masalahnya, kita tak tahu persis, seberapa bersih telur. Jangan-jangan malah sudah terkontaminasi banyak kuman. "Untuk bayi dan anak, sebaiknya rebus telur sebelum diberikan. Daya tahan anak kecil masih rentan untuk melawan kuman.
MENU TAK SEIMBANG Ini juga amat sering terjadi. Mentang-mentang anak suka bubur, orang tua memberinya terus-menerus tanpa variasi. Antara karbohidrat, lemak, protein, buah, dan sayuran harus diberikan secara seimbang. Variasi makanan juga penting agar si kecil mengenal berbagai rasa dan tekstur makanan.
JAGA HIGENITAS Masalah yang satu ini juga sering dianggap enteng. Padahal, daya tahan tubuh bayi/anak masih rentan. Mereka perlu makanan dan alat makan yang bersih/steril agar tubuhnya tak kemasukan kuman penyakit. Gara-gara kebersihan tak terjaga, gangguan saluran cerna anak jadi terganggu ontohnya anak bisa saja mengalami diare.
Tahapan Yang Benar "Sejak lahir hingga bisa makan layaknya anak besar, bayi perlu melalui beberapa tahapan. Melalui tahapan-tahapan itulah bayi belajar mengunyah, menelan, dan mencerna makanan dengan baik," jelas Budi. Berikut garis besar tahapannya:
  • Baru Lahir-4 bulan, Berikan ASI pada bayi sedini mungkin (begitu ia lahir). Waktu dan lama menyusui disesuaikan kondisi serta kebutuhan bayi. Ingat, ASI adalah makanan terbaik bagi anak. Agar pemberian ASI memberi hasil maksimal, perlu"manajemen laktasi" yang dilakukan sejak kehamilan, saat melahirkan, dan sesudah melahirkan. Manajemen ini meliputi persiapan ibu yang sehat, makanan tambahan yang cukup, motivasi serta niat yang kuat, perawatan payudara, dukungan dari keluarga, pengetahuan tentang pentingnya ASI, serta teknik menyusui yang baik dan benar. Bila pemberian ASI berjalan baik, "pabrik" akan berproduksi dengan baik. Begitu dikosongkan (diisap si kecil), tubuh segera memproduksi lagi.Di minggu pertama (4 -6 hari), payudara menghasilkan kolostrum, yaitu ASI awal berupa cairan kekuningan yang mengandung zat-zat kekebalan yang sangat penting untuk melindungi bayi dari infeksi saluran pencernaan. Jika ASI mencukupi, bayi tak perlu diberi makanan tambahan sampai ia berumur 4 bulan (ASI eksklusif). Jika ternyata tak cukup, bisa diberi susu formula. Susu formula yang tepat adalah yang disukai bayi, yang membuat beratnya bertambah, tak menyebabkan muntah, kembung, dan diare, serta tak menimbulkan alergi.
  • 4-6 bulan, Mulai usia 4 bulan bayi dapat diberi buah-buahan seperti pisang dan pepaya dengan cara dikerok ataupun dibuat jus. Makanan padat bayi pertama, yaitu makanan lumat, juga bisa diperkenalkan, semisal bubur susu dari tepung. Ia pun dapat diberikan biskuit lunak. Baik makanan padat maupun buah, berikan 1 kali sehari. Penting diingat, makanan ini bukan pengganti ASI, melainkan tambahan selain ASI/susu formula.ASI tetap diberikan selama beberapa waktu, bahkan selama mungkin hingga suatu saat makanan keluarga dapat sepenuhnya menggantikan peran ASI untuk memenuhi kebutuhan zat gizi anak.
  • 6-7 bulan, Saat ini bayi dapat diberi nasi tim yang merupakan makanan lunak campuran dan mengandung nutrien lengkap. Disebut lengkap karena terdiri dari beras, bahan makanan sumber protein hewani (hati, daging cincang, telur, ikan), dan bahan makanan sumber protein nabati (tempe, tahu), sayuran hijau, buah, serta wortel. Selama periode ini, nasi tim disaring lebih dulu untuk memudahkannya menelan serta tak banyak mengandung serat yang dapat mempersulit pencernaan.
  • 8-12 bulan, Mulai usia ini, nasi tim dapat menggantikan bubur susu sepenuhnya, yaitu sebagai makan pagi, makan siang, dan makan malam. Sedangkan di atas usia 12 bulan, anak boleh diberi makanan sama seperti anggota keluarga lainnya. Tentu saja, dipilih yang lunak dulu.
HARUS EKSTRA SABAR

Siapa bilang gampang memberi makanan pada bayi? Si kecil, kan, baru belajar mengunyah dan menelan. Tak heran jika makannya lama. Konsekuensinya, orang tua mesti ekstra sabar dan telaten. Perhatikan pula kasar-lembutnya makanan yang diberikan, sesuai tahapan usia serta perkembangannya. Hal penting lainnya, "Beri makanan yang bergizi, seimbang, serta bervariasi.